Hari AIDS Sedunia



Remaja dan Isu HIV/AIDS
 
Masa remaja sering dianggap sebagai masa topan badai dan setress (Strom and Stress). Karena pada masa itu mereka telah memiliki keinginan bebas untuk menentukan nasib sendiri. Terkadang masa remaja yang terjadi didalam kehidupan, usia maupun peranannya sering kali tidak jelas. Jika pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan, ternyata kini tidak menjadi patokan atau bahkan batasan untuk pengkategorian  remaja. Lalu seperti apakah pengkategorian usia remaja saat ini. Saya menyadari, bahwa pada zaman modern seperti saat ini usia remaja memang tidak bisa dikategorikan.

Mengapa?

Karena penentu seseorang bisa dikatakan sebagai remaja adalah ketika ia sudah mengalami masa pubertas.
Usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan(15-18), namun sekarang bisa terjadi pada awal usia belasan bahkan sebelum usia 11 tahun.
Dapat kita ambil perbedaan antara balita dan remaja jelas sangat berbeda, jika kita menyadari bahwa perkembangan balita jelas dapat diukur, tetapi lain halnya dengan remaja, remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti.

Pergaulan bebas saat ini menjadi masalah besar bagi remaja. Saat ini pacaran dianggap lumrah, vidoe porno dianggap tontonan wajar dan berhubungan seksual menjadi hal yang biasa saja dikalangan remaja. Mereka sama sekali tak memperdulikan apa yang akan diakibatkan dari apa yang telah mereka perbuat. Perilaku mereka sangatlah memprihatinkan, apalagi jika kita jauh berfikiran kedepan, apa yang telah mereka perbuat akan berakibat fatal bagi masa depan mereka sendiri tentunya.
Mereka berdalih bahwa itu lumrah dilakukan oleh remaja masa kini, padahal apa yang mereka lakukan itu bisa mengakibatkan virus HIV/AIDS yang ditularkan dari jarum suntik (dari narkoba yang terkontaminasi pengidap HIV/AIDS) dan hubungan seksual yang kebanyakan dilakukan sebelum resmi menjadi suami-istri(pra-nikah).

Menyoal fenomena tersebut, dapat kita kaitkan dengan peringatan hari AIDS Sedunia diperingati  1 Desember, kemarin. Laporan badan PBB yang menangani masalah anak-anak UNICEF menyebutkan sekitar 110.000 remaja berusia antara 10-19 tahun meninggal dunia karena virus HIV pada tahun 2012. Jumlah itu terus meningkat setiap tahunnya.
UNICEF merekomendasikan investasi dana sebesar 5,5 miliar dolar AS pada tahun 2014 yang diharapkam dapat mencegah tertularnya dua juta remaja atas HIV pada tahun-tahun mendatang.

Data menunjukan kurang lebih 37% dari jumlah penduduk di Indonesia adalah remaja, ini menunjukan  bahwa masa remaja mempunyai kesempatan yang rentan dan bahkan beresiko terhadap kesehatan reproduksinya.
Remaja dan kesehatan reproduksinya sangat penting dibahas. Melihat resiko dan konsejuensi yang mungkin terjadi , resiko yang dihadapi seperti kehamilan tidak diinginkan (KTD), IMS (Infeksi Menular Seksual) termasuk HIV/AIDS kekerasan seksual dan kegiatan seksual yang tidak diinginkan.

Hingga saat ini bisa kita liat disekitar kita penderita HIV/AIDS diusia remaja semakin bertambah. Pemahaman mereka tentang HIV/AIDS ditengah masyarakat masih sangat minim “Sungguh ironis memang”. Sehingga banyak diantara korban HIV/AIDS yang dikucilkan dan dianggap sampah masyarakat. Namun jika kita menyadari para penderita/korban HIV/AIDS bukanlah merupakan penyakit dalam masyarakat, bukan korbanya yang harus kita jauhi. Dilihat dari peringatan “Hari AIDS sedunia” ada semboyan yang mungkin sudah tidak asing lagi untuk kita dengar yaitu “Jauhi Penyakitnya Bukan Orangnya”, kata-kata itu merupakan semangat yang harusnya kita perjuangkan, bahkan harus kita pahami dan sadari sejak sekarang.
Meraka membutuhkan bantuan dari kita semua, mereka butuh dukungan untuk terus menjalani hidup, bukan untuk dijauhi atau dianggap tak berarti. Mereka juga butuh bahu seseorang untuk bersandar, bukan tangan untuk mendorongnya jatuh.

Dengan demikian, saya sendiri tentunya sebagai seorang remaja harus dapat memilah dan memilih kegiatan yang positif atau bermanfaat. Sebagai remaja yang berintelektual tinggi harus dapat menghindari perilaku negatif. Jika remaja saat ini sudah berperilaku yang dianggap baik, menjauhi hal-hal yang berkaitan dengan berhubungan seksual di masa sekarang, tentu remaja saat ini akan terselamatkan dari bahaya hantu HIV/AIDS yang dapat merusak dirinya.

Kita semua khususnya remaja seharusnya dapat mewujudkan cita-cita, dan sebagai generasi penerus bangsa tentu merupakan beban yang sangat berat yang harus kita pikul dan harus kita fikirkan sejak sekarang. Selalu melakukan kegiatan yang bermanfaat dan mulai menjauhi hal-hal yang tak berguna bagi diri kita. Semoga***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah tulisan dianggap sederhana,tetapi jika kita mencoba menulis semua tak sesederhana itu

Potret Buram Pendidikan di Indonesia