Anak Indonesia Lebih Suka Gadget daripada Baca
Melihat anak-anak sibuk bermain gadget kini bukan hal yang aneh. Siapa pun kini mudah membeli gadget karena tersedia di pasaran dengan harga yang terjangkau. Tak ayal, keberadaan buku mulai tergeser dengan gadget. Namun, apakah gadget lebih penting bagi anak dibandingkan dengan buku?
Saat ini anak-anak usia dini sudah tak asing lagi dengan gadget. Hal ini karena orangtua telah memberi kebebasan kepada mereka untuk bermain gadget dari mulai smartphone hingga tablet. Hari-hari anak pun seolah tidak bisa dipisahkan dengan perangkat teknologi tersebut. Wajar saja jika semenjak balita, anak-anak di masa sekarang sudah melek teknologi.
Kehadiran gadget turut mengubah perilaku anak. Jika dulu ia sangat senang membaca buku cerita atau petualangan anak, kini beberapa anak lebih memilih bermain gamesdengan gadget. Semula, anak-anak selalu tak sabar membaca buku-buku baru dari perpustakaan atau membelinya di toko buku. Kini, aktivitas membaca tergantikan dengan bermain gadget. Akhirnya, nasib buku-bukunya tersimpan rapi di rak buku kamarnya. Sebenarnya, gadget tak melulu berdampak negatif terhadap anak karena bisa membantu mereka dalam mengakses ilmu pengetahuan. Namun, kebanyakan anak-anak menggunakangadget untuk keperluan bermain saja.
Dampak buruk penggunaan gadget bagi anak, yakni
1. Anak kurang bersosialisasi
Waktu anak kini dihabiskan di rumah sambil mengutak-utik gadget. Sementara ia jadi jarang bermain dengan teman-temannya. Hal ini tentu membuat anak jarang bergaul dan kesempatan bersosialisasinya menjadi terhambat.
2. Prestasi menurun
Bagi anak yang sudah bersekolah, kebiasaannya bermain gadget bisa menurunkan prestasinya. Bagaimana tidak, ketika anak sudah mulai kecanduan gadget,ia bisa lupa akan pekerjaan rumah yang diberikan gurunya, waktu belajarnya berkurang atau tergantikan gadget, bahkan terlambat tidur karena asyik bermain gadget. Tak ayal, nilai-nilai pelajarannya menurun dan tak konsentrasi saat pelajaran.
3. Malas
Keberadaan gadget dan kemudahan akses internet akan membuat anak malas berpikir dan mencari solusi. Mereka lebih memilih jalan pintas dengan menggantungkan apa saja pada internet.
Bagaimana dengan buku?
Buku merupakan sumber informasi, ilmu pengetahuan, dan juga hiburan. Mau belajar ilmu pengetahuan, tinggal membaca buku-buku sains, penemuan-penemuan dunia, cerita-cerita edukatif, dan lain-lain. Mau mendapatkan hiburan, tinggal memilih buku-buku bacaan, mulai dari novel anak, buku cerita bergambar, cerita petualangan, dan sebagainya. Meskipun mulai bermunculan e-book untuk memudahkan membaca buku melalui gadget, keberadaan buku tetap tidak bisa tergantikan.
Layaknya informasi yang bisa diakses melaluigadget, buku juga menyajikan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh anak. Bedanya, membaca buku harus runtut, karena informasi yang didapatkan akan berkaitan setiap halamannya. Sementara dengan internet, anak tinggal klik kata kunci tertentu, informasi yang diinginkannya akan muncul.
Kemajuan teknologi dengan adanya gadgetbukan berarti harus membuat anak meninggalkan buku. Bagaimana pun, buku adalah jendela ilmu dan tidak bisa digantikan oleh gadget semahal apa pun. Dengan buku, anak akan lebih fokus membaca setiap ilmu pengetahuan maupun cerita yang diinginkannya.
Kehadiran gadget turut mengubah perilaku anak. Jika dulu ia sangat senang membaca buku cerita atau petualangan anak, kini beberapa anak lebih memilih bermain gamesdengan gadget. Semula, anak-anak selalu tak sabar membaca buku-buku baru dari perpustakaan atau membelinya di toko buku. Kini, aktivitas membaca tergantikan dengan bermain gadget. Akhirnya, nasib buku-bukunya tersimpan rapi di rak buku kamarnya. Sebenarnya, gadget tak melulu berdampak negatif terhadap anak karena bisa membantu mereka dalam mengakses ilmu pengetahuan. Namun, kebanyakan anak-anak menggunakangadget untuk keperluan bermain saja.
Dampak buruk penggunaan gadget bagi anak, yakni
1. Anak kurang bersosialisasi
Waktu anak kini dihabiskan di rumah sambil mengutak-utik gadget. Sementara ia jadi jarang bermain dengan teman-temannya. Hal ini tentu membuat anak jarang bergaul dan kesempatan bersosialisasinya menjadi terhambat.
2. Prestasi menurun
Bagi anak yang sudah bersekolah, kebiasaannya bermain gadget bisa menurunkan prestasinya. Bagaimana tidak, ketika anak sudah mulai kecanduan gadget,ia bisa lupa akan pekerjaan rumah yang diberikan gurunya, waktu belajarnya berkurang atau tergantikan gadget, bahkan terlambat tidur karena asyik bermain gadget. Tak ayal, nilai-nilai pelajarannya menurun dan tak konsentrasi saat pelajaran.
3. Malas
Keberadaan gadget dan kemudahan akses internet akan membuat anak malas berpikir dan mencari solusi. Mereka lebih memilih jalan pintas dengan menggantungkan apa saja pada internet.
Bagaimana dengan buku?
Buku merupakan sumber informasi, ilmu pengetahuan, dan juga hiburan. Mau belajar ilmu pengetahuan, tinggal membaca buku-buku sains, penemuan-penemuan dunia, cerita-cerita edukatif, dan lain-lain. Mau mendapatkan hiburan, tinggal memilih buku-buku bacaan, mulai dari novel anak, buku cerita bergambar, cerita petualangan, dan sebagainya. Meskipun mulai bermunculan e-book untuk memudahkan membaca buku melalui gadget, keberadaan buku tetap tidak bisa tergantikan.Layaknya informasi yang bisa diakses melaluigadget, buku juga menyajikan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh anak. Bedanya, membaca buku harus runtut, karena informasi yang didapatkan akan berkaitan setiap halamannya. Sementara dengan internet, anak tinggal klik kata kunci tertentu, informasi yang diinginkannya akan muncul.
Kemajuan teknologi dengan adanya gadgetbukan berarti harus membuat anak meninggalkan buku. Bagaimana pun, buku adalah jendela ilmu dan tidak bisa digantikan oleh gadget semahal apa pun. Dengan buku, anak akan lebih fokus membaca setiap ilmu pengetahuan maupun cerita yang diinginkannya.

Komentar
Posting Komentar