Konsep Metaforis dari "Komunikasi"
1. Metafora Struktural
Metafora Struktural adalah metafora yang menampilkan satu konsep secara metaforis terstruktur yang merujuk ke term yang lain. Cara yang digunakan adalah menentukan konsep antara elemen-elemen A dan elemen-elemen B.
a) Komunikasi sebagai suatu ilmu
Metafora ini cukup popular di masyarakat, karena komunikasi itu sendiri adalah suatu ilmu. Dimana ilmu itu sendiri adalah sesuatu yang didapatkan oleh seseorang dalam melakukan kegiatan.
Dalam contoh dibawah ini komunikasi dikatakan sebagai ilmu, antara lain:
1) Komunikasi bersifat universal.
2) Antara komunikator dengan komunikan yang dalam bahasa biasa dikenal dengan sosiologi komunikasi.
Berdasarkan contoh diatas dikatakan bahwa komunikasi itu universal dan sosiologi. Universal disini berarti umum atau diketahui oleh sebagian orang, sedangkan sosiologi itu sendiri juga merupakan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan sosial yang terjadi di masyarakat. Jadi komunikasi dapat dikatakan sebagai ilmu sosial yang ada di masyarakat dan umum terjadi dalam masyarakat juga.
b) Komunikasi adalah sebuah proses.
Sering disebutkan bahwa memang komunikasi adalah proses berbicara seseorang dengan orang lain.Proses sendiri sering dikaitkan dengan alur jalan terjadinya sesuatu kegiatan yang akan kita lakukan. Atau sebuah hasil jika kita sudah melewati tantangannya, tantangan tersebut sering kita sebut pula dengan proses.
Berikut dalam beberapa konteks bahwa komunikasi juga dianggap sebagai proses:
1) Ilmu komunikasi dikaji lebih mendalam.
2) Komunikasi dapat dibangun melalui opini public.
3) Didalam berkomunikasi, manusia berusaha memperbaiki kemampuannya.
4) Tujuan akhir dari komunikasi adalah perubahan.
Kata-kata semacam dikaji, di bangun, memperbaiki, kemudian perubahan.
Dikaji sendiri adalah sesuatu yang akan diteliti dan tentu itu melewati proses. Kemudian Dibangun identik dengan akan membangun sesuatu atau identik dengan bangunan rumah, jadi itupun dilalui dengan melewati proses membangun.
Tidak jauh beda dengan memperbaiki dan perubahan sebuah proses yang akan dilewati. Jadi kata-kata tersebut sering kali dipakai untuk menggambarkan proses atau langkah-langkah yang biasa dilakukan manusia dalam melakukan sebuah sesuatu.
2. Metafora Orientasional
Lakof dan johnson (1980) menyatakan bahwa dalam metafora orientasional terdapat orientasi spasial untuk mengambarkan suatu konsep atas-bawah, keluar-masuk, depan-belakang, dan sebagainya.
Beberapa contoh antara lain:
a) Komunikasi pada masa lalu dilakukan dengan cara sederhana.
b) Alur perkembangan komunikasi dari zaman yunani kuno.
c) Kemampuan seseorang dalam berkomunikasi mengalami kemajuan.
Konteks masa lalu identik dengan sesuatu yang terjadi sudah sangat lama. Begitupun dengan kuno identik dengan masa lalu.
Kemudian kemajuan berarti ada gerakan dari titik labuh ke arah depan, dianggap sesuatu yang terjadi lebih cepat. Dengan demikian, komunukasi dilihat sebagai sebuah garis linear atau garis lurus.
3. Metafora Ontologis
Merupakan suatu abstraksi dari aktivitas, emosi, atau ide yang direpresentasikan sebagai sesuatu yang konkret, seperti objek, subtansi, kontainer, arau orang.
Lakoff dan Johnson, 1980:25-33. Pemakaian metafora ontologis, hal yang lebih abstrak, menjadi lebih mudah dipahami karena digambarkan dengan hal yang lebih konkret.
a) Komunikasi bagian dari benda
Dalam metafora konseptual, paling tidak komunikasi dapat dilihat mempunyai fisik, meskipun memang komunikasi adalah bentuk atau bagian yang abstrak.
1 Komunikasi yang baik antara pihak 1 dengan yang lain tentu memberikan banyak manfaat.
2 Dalam pengelompokkannya, ragam komunikasi dibagi menjadi beberapa macam.
Comtoh diatas terlihat bahwa komunikasi dianggap benda, yakni dengan pemakaian beri dan bagi. Kata-kata tersebut biasanya identik dengan benda tertentu.
b) Komunikasi dianggap sebagai makhluk hidup.
Salah satu makhluk hidup utama yang hidup di dunia adalah manusia. Kemudian penutur bahasa menjadikan manusia sebagai ranah sumber metaforanya.
Berikut beberapa comtohnya:
1. Proses komunikasi melahirkan istilah-istilah khusus.
2. Aktivitas komunikasi sudah berkembang.
3. Komunikasi hakekatnya sebagai penggerak kehidupan.
Istilah melahirkan sering dipakai oleh makhluk hidup yaitu jewan dan manusia. Karena kedua makhluk hidup tersebut memang melakukan proses melahirkan. Kata aktivitas dan penggerak pun biasa dilakukan oleh manusia dalam melakukan kegiatan.
Jadi, dapat dikatakan bahwa komunikasi dilakukan oleh makhluk hidup.
Kesimpulan
Penutur bahasa Indonesia secara sadar atau tidak, menganggap bahwa komunikasi adalah suatu yang memiliki wujud atau berujud. Ada beberapa benda yang konkret ada pula benda yang abstrak. Maka dari itu komunikasi dapat dikatakan sebagai sesuatu yang abstrak, karena komunikasi hanyalah sebagai media visual seseorang dalam berbicara dengan pihak lain. Tapi komunikasi dapat pula dikatakan sebagai sesuatu yang konkret. Karena komunikasi pun dapat memiliki wujud nyata dari manfaatnya.
Komentar
Posting Komentar